1. Beranda
  2. Cerita
  3. the word
the word

Kenapa kita bilang 'halo' di telepon, bukan 'ahoy'

Seharusnya kita mengangkat telepon sambil bilang 'ahoy!' Untung Edison punya ide lain.

Tonton dalam Bahasa Inggris →

Bagikan cerita ini WhatsApp X Facebook LinkedIn

Cerita lengkapnya

Alexander Graham Bell ingin orang menjawab telepon dengan 'ahoy', sapaan para pelaut. Tapi pada 15 Agustus 1877, Thomas Edison menulis surat: 'Saya rasa kita tak perlu bel panggil, karena Hello! bisa terdengar dari jarak 3 sampai 6 meter.' Waktu itu 'hello' masih kata yang jarang dipakai, variasi dari 'hallo' atau 'hullo' untuk memanggil perhatian. Saat sentral telepon komersial pertama dibuka di New Haven tahun 1878, kata usulan Edison ikut masuk buku panduannya.

Tahun 1889, operator telepon sudah dijuluki 'hello girls', padahal banyak perusahaan menyuruh mereka bilang 'Number, please' (nomor berapa?). Di Perang Dunia I, lebih dari 200 perempuan Amerika yang fasih dua bahasa bertugas sebagai 'Hello Girls' di Prancis, menyambungkan telepon dekat garis depan. Militer AS menganggap mereka warga sipil, dan baru tahun 1977, hampir 60 tahun kemudian, mereka diakui sebagai veteran.

Yang diucapkan narator

Ketuk satu baris untuk langsung ke sana.

Sumber

Setiap angka dan tanggal di layar kami periksa sebelum videonya dibuat.

Dibuat oleh teodolist studio

Mau seri video seperti ini?

Butuh video seperti ini untuk brand atau sekolah Anda?

Kami membuat ke-240 video ini, dalam Bahasa Indonesia dan Inggris, masing-masing dari satu naskah. Kami membuat seri cerita untuk brand, sekolah, dan kanal.