Cerita lengkapnya
Udang mantis merak menyimpan tenaga di semacam pegas berbentuk pelana di lengannya, menguncinya, lalu melepaskannya sekaligus. Percepatan pukulannya setara peluru kaliber .22 yang baru ditembakkan, dengan kecepatan sekitar 80 km/jam di dalam air. Akibatnya terbentuk kavitasi: gelembung yang pecah sambil memancarkan kilatan cahaya kecil dan panas, sehingga mangsanya kena hantaman dua kali.
Capitnya terbuat dari mineral berlapis yang tahan ribuan pukulan, sampai-sampai jadi inspirasi bahan pelindung tubuh. Matanya juga unik: 12 jenis reseptor warna dan 16 jenis fotoreseptor, sementara manusia cuma punya tiga. Anehnya, dalam uji coba ia malah lebih payah membedakan warna yang mirip dibanding kita. Peneliti menduga ia mengenali warna dengan cepat, bukan membandingkannya.