Cerita lengkapnya
Hampir setiap toko, warung, dan masjid di kota punya juru parkir alias jukir. Ada yang resmi dan memberi karcis retribusi dari pemda, tapi lebih banyak lagi yang informal, menjaga sepetak jalan yang sudah jadi 'wilayahnya', kadang sambil menyetor ke yang menguasai blok itu. Tarifnya untuk motor biasanya cuma dua ribuan.
Jukir sering jadi bahan bercanda karena munculnya pas kita mau pergi. Tapi di balik peluit itu ada kerja sungguhan: menjaga helm dan motor, merapikan barisan motor yang semrawut, menghentikan lalu lintas supaya kendaraan dan pejalan kaki bisa lewat, berdiri seharian di bawah hujan dan panas. Bagi banyak orang, ini salah satu dari sedikit pekerjaan yang bisa dijalani tanpa modal dan ijazah.