Cerita lengkapnya
Wayang kulit dimainkan dengan boneka pipih dari kulit kerbau yang ditatah ribuan lubang kecil, di depan kelir putih yang diterangi blencong (sekarang sering diganti lampu listrik). Satu dalang menyuarakan semua tokoh, memberi aba-aba gamelan lewat ketukan cempala dan keprak, dan sering tampil semalam suntuk sampai subuh. UNESCO menetapkan wayang sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Takbenda Manusia pada 2003.
Ceritanya diambil dari Ramayana dan Mahabharata, tapi tradisi Jawa menambahkan punakawan: Semar beserta anak-anaknya, Gareng, Petruk, dan Bagong, abdi lucu yang tak ada di epos aslinya dari India. Semar konon adalah dewa yang menyamar. Dalam lakon 'Petruk Dadi Ratu', Petruk naik takhta lalu bertingkah konyol, cara halus menertawakan kekuasaan yang langsung dipahami penonton.