1. Beranda
  2. Cerita
  3. the angklung
the angklung

Angklung: satu bambu, satu nada, satu lagu bersama

Dulu angklung dimainkan di sawah, untuk ritual padi, bukan di panggung konser.

Tonton dalam Bahasa Inggris →

Bagikan cerita ini WhatsApp X Facebook LinkedIn

Cerita lengkapnya

Di desa-desa Sunda, angklung dimainkan saat upacara tanam dan panen padi untuk menghormati Dewi Sri. Angklung tradisional bernada pentatonis. Tahun 1938, seorang guru di Kuningan bernama Daeng Soetigna menyetelnya ke tangga nada diatonis do-re-mi, supaya anak-anak sekolah bisa memainkan lagu apa saja.

Muridnya, Udjo Ngalagena, mendirikan Saung Angklung Udjo di Bandung tahun 1966, tempat pengunjung bisa langsung main bareng hanya dalam beberapa menit. UNESCO menetapkan angklung sebagai warisan budaya takbenda pada 16 November 2010, dan tanggal itu kini diperingati sebagai Hari Angklung.

Yang diucapkan narator

Ketuk satu baris untuk langsung ke sana.

Sumber

Setiap angka dan tanggal di layar kami periksa sebelum videonya dibuat.

Dibuat oleh teodolist studio

Mau seri video seperti ini?

Butuh video seperti ini untuk brand atau sekolah Anda?

Kami membuat ke-240 video ini, dalam Bahasa Indonesia dan Inggris, masing-masing dari satu naskah. Kami membuat seri cerita untuk brand, sekolah, dan kanal.