Cerita lengkapnya
Cobek dan ulekan tradisional dibuat dari batu andesit, batu hasil letusan gunung api. Di Muntilan, di kaki Gunung Merapi, para perajin memahatnya satu per satu dengan tangan dari batu yang terus 'dikirim' oleh Merapi sendiri.
Permukaan batunya yang kasar dan berpori justru jadi rahasianya: cabai dan bawang bukan terpotong, tapi pecah dan keluar minyaknya. Itu sebabnya banyak orang yakin sambal ulek lebih nendang daripada sambal blender. Cobek baru biasanya diulek dulu dengan beras atau pasir supaya pasir halusnya rontok, dan makin lama dipakai, makin licin dan makin hitam.