1. Beranda
  2. Cerita
  3. the canting
the canting

Canting: pena tembaga kecil di balik batik tulis

Selamat Hari Batik! Tahukah kamu, satu kain batik tulis bisa butuh waktu berbulan-bulan?

Tonton dalam Bahasa Inggris →

Bagikan cerita ini WhatsApp X Facebook LinkedIn

Cerita lengkapnya

Dalam batik tulis, pembatik mengisi canting dengan malam panas lalu menggambar di atas kain mori, sambil meniup cucuknya pelan-pelan supaya malam mengalir rata. Malam menahan warna: saat kain dicelup, garis bermalam tetap terang. Untuk beberapa warna, kain dicanting, dicelup, dan dijemur berulang kali, lalu terakhir direbus supaya malamnya luruh (nglorod). Batik cap dengan stempel tembaga datang belakangan dan jauh lebih cepat.

Dulu ada motif yang punya aturan. Beberapa motif parang, misalnya, pernah hanya boleh dipakai di lingkungan keraton Yogyakarta dan Surakarta. Pada 2 Oktober 2009, UNESCO menetapkan batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan, dan sejak itu setiap 2 Oktober kita rayakan sebagai Hari Batik Nasional.

Yang diucapkan narator

Ketuk satu baris untuk langsung ke sana.

Sumber

Setiap angka dan tanggal di layar kami periksa sebelum videonya dibuat.

Dibuat oleh teodolist studio

Mau seri video seperti ini?

Butuh video seperti ini untuk brand atau sekolah Anda?

Kami membuat ke-240 video ini, dalam Bahasa Indonesia dan Inggris, masing-masing dari satu naskah. Kami membuat seri cerita untuk brand, sekolah, dan kanal.