Cerita lengkapnya
Dalam batik tulis, pembatik mengisi canting dengan malam panas lalu menggambar di atas kain mori, sambil meniup cucuknya pelan-pelan supaya malam mengalir rata. Malam menahan warna: saat kain dicelup, garis bermalam tetap terang. Untuk beberapa warna, kain dicanting, dicelup, dan dijemur berulang kali, lalu terakhir direbus supaya malamnya luruh (nglorod). Batik cap dengan stempel tembaga datang belakangan dan jauh lebih cepat.
Dulu ada motif yang punya aturan. Beberapa motif parang, misalnya, pernah hanya boleh dipakai di lingkungan keraton Yogyakarta dan Surakarta. Pada 2 Oktober 2009, UNESCO menetapkan batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan, dan sejak itu setiap 2 Oktober kita rayakan sebagai Hari Batik Nasional.