1. Beranda
  2. Cerita
  3. the pinisi
the pinisi

Pinisi: kapal kayu Sulawesi yang dibangun tanpa cetak biru

Kapal kayu raksasa ini dibangun di pinggir pantai Sulawesi tanpa satu lembar gambar pun.

Tonton dalam Bahasa Inggris →

Bagikan cerita ini WhatsApp X Facebook LinkedIn

Cerita lengkapnya

Pinisi dibangun terutama di Tana Beru dan desa-desa sekitarnya di Bulukumba, Sulawesi Selatan. Keahliannya berakar dari para tukang perahu Konjo di Ara, sementara pelaut Bugis dan Makassar membawa kapal-kapal ini berlayar ke seluruh Nusantara. Sang panrita lopi (ahli perahu) menyimpan seluruh rancangan di kepalanya. Uniknya, papan lambung dipasang lebih dulu, baru rangka di dalamnya menyusul.

Setiap tahap, dari memasang lunas sampai peluncuran, diiringi doa dan upacara, dan saat peluncuran warga ramai-ramai mendorong kapal ke laut. Nama pinisi merujuk pada tali-temali layarnya: dua tiang dengan tujuh atau delapan layar. Desember 2017, UNESCO menetapkan seni pembuatan perahu pinisi sebagai Warisan Budaya Takbenda. Kini banyak pinisi dibangun sebagai kapal wisata, dengan cara yang tetap sama.

Yang diucapkan narator

Ketuk satu baris untuk langsung ke sana.

Sumber

Setiap angka dan tanggal di layar kami periksa sebelum videonya dibuat.

Dibuat oleh teodolist studio

Mau seri video seperti ini?

Butuh video seperti ini untuk brand atau sekolah Anda?

Kami membuat ke-240 video ini, dalam Bahasa Indonesia dan Inggris, masing-masing dari satu naskah. Kami membuat seri cerita untuk brand, sekolah, dan kanal.