Cerita lengkapnya
Kintsugi, yang berarti 'sambungan emas', memakai urushi, pernis dari getah pohon lak, untuk merekatkan kembali tembikar yang pecah; sambungannya lalu ditaburi bubuk emas. Pekerjaannya pelan sekali: setiap lapisan pernis harus mengeras dulu di lemari yang hangat dan lembap, jadi satu perbaikan bisa makan waktu berminggu-minggu.
Kisah asal-usul yang sering diceritakan: pada abad ke-15, shogun Ashikaga Yoshimasa mengirim mangkuk teh Tiongkok kesayangannya yang retak untuk diperbaiki di Tiongkok, tapi mangkuk itu pulang dengan staples logam yang jelek. Mangkuk berstaples bernama Bakōhan itu memang ada, meski sisa ceritanya belum bisa dipastikan sejarawan. Kintsugi tumbuh bersama upacara minum teh dan rasa cinta pada wabi-sabi, keindahan dari hal-hal yang tak sempurna dan menua.