Cerita lengkapnya
Keluarga Yamaki sudah merawat dan membentuk pohon pinus putih Jepang ini sejak 1625. Pada 6 Agustus 1945, pohon ini berada di kebun pembibitan mereka, sekitar 3 km dari titik ledakan bom atom. Tembok tinggi di sekeliling kebun melindunginya; jendela-jendela pecah dan anggota keluarga terluka kena pecahan kaca, tapi tak ada yang luka parah dan pohon-pohonnya selamat.
Tahun 1976, master bonsai Masaru Yamaki menyumbangkannya sebagai salah satu dari 53 bonsai hadiah Jepang untuk ulang tahun ke-200 Amerika Serikat, tanpa menyinggung Hiroshima sedikit pun. Baru pada 8 Maret 2001, ketika cucunya, Shigeru dan Akira, datang ke National Arboretum di Washington, para petugas tahu apa yang pernah dilalui pohon itu. Sampai sekarang ia masih tumbuh di sana.