Cerita lengkapnya
Gencatan ini tidak pernah direncanakan. Di beberapa bagian Front Barat pada malam Natal 1914, tentara Jerman memasang lilin dan pohon kecil di bibir parit sambil menyanyikan lagu Natal, salah satunya 'Stille Nacht' (Malam Kudus). Tentara Inggris membalas bernyanyi. Besoknya mereka bertemu di tanah tak bertuan untuk bersalaman, bertukar kancing, rokok, dan makanan, sekaligus menguburkan rekan yang gugur dan sudah berminggu-minggu tergeletak di sana.
Soal sepak bola, kisahnya nyata tapi tidak semegah legendanya. Surat-surat tentara menyebut ada main bola dadakan di beberapa tempat, kadang pakai kaleng atau gumpalan kain, bukan pertandingan resmi dengan skor. Para komandan kedua pihak marah besar. Tahun-tahun berikutnya, perintah dan tembakan artileri memastikan gencatan sebesar itu tak terjadi lagi.