Cerita lengkapnya
Malam 16–17 Agustus 1945, para tokoh berkumpul di rumah Laksamana Tadashi Maeda di Jakarta. Bung Karno menulis konsepnya dengan tangan, bersama Bung Hatta dan Achmad Soebardjo. Di rumah itu hanya ada mesin tik berhuruf kanji, jadi ajudan Maeda meminjam mesin tik huruf Latin dari kantor perwira angkatan laut Jerman, Dr. Hermann Kandeler.
Sayuti Melik mengetiknya dengan beberapa perubahan kecil, lalu Soekarno dan Hatta menandatanganinya. Naskah tulisan tangan sempat dibuang, dan wartawan B.M. Diah yang menyimpannya. Pukul 10 pagi, teks dibacakan di Jalan Pegangsaan Timur 56, lalu bendera merah putih jahitan Ibu Fatmawati dikibarkan. Mesin tiknya dikembalikan, dan menurut sebagian sejarawan, yang dipajang di museum sekarang bukan mesin aslinya.