Cerita lengkapnya
Raden Ajeng Kartini lahir di Jepara tahun 1879, putri seorang bupati. Di usia 12 tahun ia harus berhenti dari sekolah Belanda yang ia cintai dan dipingit sampai menikah, sesuai adat bangsawan Jawa saat itu. Ia membaca apa saja dan menulis surat panjang dalam bahasa Belanda kepada sahabat-sahabatnya di Belanda, tentang pendidikan perempuan, kawin paksa, dan ketidakadilan kolonial.
Tahun 1903 ia membuka sekolah kecil untuk anak perempuan, dan setelah menikah dengan Bupati Rembang ia terus mengajar di sana. Kartini wafat pada September 1904 di usia 25 tahun, beberapa hari setelah melahirkan putranya. Tahun 1911 surat-suratnya diterbitkan sebagai 'Door Duisternis tot Licht', yang kita kenal sebagai 'Habis Gelap Terbitlah Terang'. Tahun 1964 ia ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.