Cerita lengkapnya
Oktober 1918, di Hutan Argonne, Prancis, lebih dari 500 tentara Amerika di bawah Mayor Charles Whittlesey terkepung musuh. Tanggal 4 Oktober, artileri pasukan sendiri malah salah menembaki posisi mereka. Whittlesey menulis koordinat mereka dan menutup pesannya: 'Artileri kita menembaki kita sendiri. Demi Tuhan, hentikan.'
Cher Ami terbang sekitar 40 km ke kandangnya di Rampont, padahal dadanya tertembak, satu matanya buta, dan satu kakinya nyaris putus. Petugas medis menyelamatkannya dan membuatkan kaki kayu kecil. Ia mati tahun 1919, dan sejak 1921 diawetkan di Smithsonian. Catatan militer menyebutnya betina, tapi tes DNA tahun 2021 memastikan: jantan.