Cerita lengkapnya
Tahun 1960-an, arkeolog yang menggali Masada, benteng Raja Herodes di atas tebing dekat Laut Mati, menemukan biji-biji kurma kuno. Biji itu disimpan di laci universitas sekitar 40 tahun. Januari 2005, peneliti pertanian Elaine Solowey dari Arava Institute menanam tiga di antaranya. Delapan minggu kemudian satu bertunas, dan hasil penanggalan karbon menunjukkan umur bijinya sekitar 2.000 tahun.
Kurma Yudea dulu terkenal manis dan dipuji penulis Romawi, tapi kebunnya lenyap dalam beberapa abad dan varietas ini punah. Methuselah ternyata pohon jantan. Belakangan, enam biji kuno lain berhasil ditumbuhkan. Tahun 2021, pohon betina bernama Hannah yang diserbuki serbuk sari Methuselah menghasilkan kurma Yudea pertama setelah berabad-abad.