1. Beranda
  2. Cerita
  3. the seed
the seed

Methuselah: biji 2.000 tahun yang menghidupkan lagi pohon yang punah

Pohon kurma ini tumbuh dari biji yang sudah tua bahkan sebelum tentara Romawi mengepung benteng Masada.

Tonton dalam Bahasa Inggris →

Bagikan cerita ini WhatsApp X Facebook LinkedIn

Cerita lengkapnya

Tahun 1960-an, arkeolog yang menggali Masada, benteng Raja Herodes di atas tebing dekat Laut Mati, menemukan biji-biji kurma kuno. Biji itu disimpan di laci universitas sekitar 40 tahun. Januari 2005, peneliti pertanian Elaine Solowey dari Arava Institute menanam tiga di antaranya. Delapan minggu kemudian satu bertunas, dan hasil penanggalan karbon menunjukkan umur bijinya sekitar 2.000 tahun.

Kurma Yudea dulu terkenal manis dan dipuji penulis Romawi, tapi kebunnya lenyap dalam beberapa abad dan varietas ini punah. Methuselah ternyata pohon jantan. Belakangan, enam biji kuno lain berhasil ditumbuhkan. Tahun 2021, pohon betina bernama Hannah yang diserbuki serbuk sari Methuselah menghasilkan kurma Yudea pertama setelah berabad-abad.

Yang diucapkan narator

Ketuk satu baris untuk langsung ke sana.

Sumber

Setiap angka dan tanggal di layar kami periksa sebelum videonya dibuat.

Dibuat oleh teodolist studio

Mau seri video seperti ini?

Butuh video seperti ini untuk brand atau sekolah Anda?

Kami membuat ke-240 video ini, dalam Bahasa Indonesia dan Inggris, masing-masing dari satu naskah. Kami membuat seri cerita untuk brand, sekolah, dan kanal.