1. Beranda
  2. Cerita
  3. the water drop
the water drop

Subak: cara Bali berbagi air dengan adil selama seribu tahun

Tahun 1970-an, petani Bali disuruh mengabaikan jadwal pura. Hama langsung merajalela, dan belakangan model komputer membuktikan jadwal pura yang benar.

Tonton dalam Bahasa Inggris →

Bagikan cerita ini WhatsApp X Facebook LinkedIn

Cerita lengkapnya

Subak adalah sistem gotong royong pengairan yang sudah dipakai petani Bali setidaknya sejak abad ke-9, lewat saluran, terowongan, dan bendungan kecil. Setiap subak adalah komunitas petani di bawah satu sumber air, dan pura air mengatur jadwalnya: kapan pintu air dibuka, kapan sawah digenangi, kapan menanam. Sekitar 1.200 subak masih aktif. Tahun 2012, UNESCO menetapkan lanskap subak sebagai Warisan Dunia dengan filosofi Tri Hita Karana: harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan.

Saat Revolusi Hijau tahun 1970-an, petani didorong menanam padi varietas baru sesering mungkin tanpa mengikuti jadwal pura. Akibatnya air rebutan dan hama meledak. Antropolog J. Stephen Lansing dan ekolog James Kremer membuat model komputer sistem subak, dan hasilnya jadwal serempak dari pura justru paling seimbang antara pembagian air dan pengendalian hama, karena sawah yang bera bersamaan membuat hama kelaparan. Tahun 1980-an, peran pura dikembalikan.

Yang diucapkan narator

Ketuk satu baris untuk langsung ke sana.

Sumber

Setiap angka dan tanggal di layar kami periksa sebelum videonya dibuat.

Dibuat oleh teodolist studio

Mau seri video seperti ini?

Butuh video seperti ini untuk brand atau sekolah Anda?

Kami membuat ke-240 video ini, dalam Bahasa Indonesia dan Inggris, masing-masing dari satu naskah. Kami membuat seri cerita untuk brand, sekolah, dan kanal.