Cerita lengkapnya
Subak adalah sistem gotong royong pengairan yang sudah dipakai petani Bali setidaknya sejak abad ke-9, lewat saluran, terowongan, dan bendungan kecil. Setiap subak adalah komunitas petani di bawah satu sumber air, dan pura air mengatur jadwalnya: kapan pintu air dibuka, kapan sawah digenangi, kapan menanam. Sekitar 1.200 subak masih aktif. Tahun 2012, UNESCO menetapkan lanskap subak sebagai Warisan Dunia dengan filosofi Tri Hita Karana: harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan.
Saat Revolusi Hijau tahun 1970-an, petani didorong menanam padi varietas baru sesering mungkin tanpa mengikuti jadwal pura. Akibatnya air rebutan dan hama meledak. Antropolog J. Stephen Lansing dan ekolog James Kremer membuat model komputer sistem subak, dan hasilnya jadwal serempak dari pura justru paling seimbang antara pembagian air dan pengendalian hama, karena sawah yang bera bersamaan membuat hama kelaparan. Tahun 1980-an, peran pura dikembalikan.