1. Beranda
  2. Cerita
  3. the giant
the giant

Ondel-ondel: dari penolak bala sampai ngamen di jalanan Jakarta

Dulu ondel-ondel diarak untuk mengusir penyakit dan sial. Sekarang Jakarta malah ribut soal boleh tidaknya mereka turun ke jalan.

Tonton dalam Bahasa Inggris →

Bagikan cerita ini WhatsApp X Facebook LinkedIn

Cerita lengkapnya

Tinggi ondel-ondel sekitar dua setengah meter: rangka anyaman bambu, topeng kayu, mahkota kembang kelapa dari kertas, dan satu orang di dalamnya yang memikul semuanya di pundak. Mereka selalu berpasangan. Yang laki-laki bermuka merah, lambang keberanian, dan yang perempuan bermuka putih, lambang kesucian. Bagi orang Betawi, ondel-ondel awalnya adalah penolak bala, baru kemudian jadi bintang di hajatan, sunatan, dan pesta rakyat.

Sekarang banyak ondel-ondel 'ngamen' keliling kampung dengan gerobak speaker, dan yang memikulnya sering kali masih remaja. DPRD DKI sempat mengusulkan larangan ngamen ondel-ondel lewat Perda Pelestarian Kebudayaan Betawi. Alasannya, ikon budaya jangan sampai direndahkan, dan senimannya perlu diberi panggung yang layak. Di sisi lain, buat banyak keluarga, jalanan adalah satu-satunya panggung yang tersisa.

Yang diucapkan narator

Ketuk satu baris untuk langsung ke sana.

Sumber

Setiap angka dan tanggal di layar kami periksa sebelum videonya dibuat.

Dibuat oleh teodolist studio

Mau seri video seperti ini?

Butuh video seperti ini untuk brand atau sekolah Anda?

Kami membuat ke-240 video ini, dalam Bahasa Indonesia dan Inggris, masing-masing dari satu naskah. Kami membuat seri cerita untuk brand, sekolah, dan kanal.