Cerita lengkapnya
Tulisan di batu ini adalah dekret para pendeta dari tahun 196 SM untuk raja muda Ptolemeus V. Isinya ditulis dalam tiga aksara supaya bisa dibaca pendeta, pejabat, dan penguasa yang berbahasa Yunani. Berabad-abad kemudian batu ini dipakai sebagai bahan bangunan sebuah benteng dekat kota Rashid, sampai tentara Prancis menemukannya di dalam tembok pada Juli 1799.
Inggris lalu mengambilnya, dan sejak 1802 batu ini ada di British Museum. Ilmuwan Inggris Thomas Young berhasil membaca beberapa nama raja, tapi Jean-François Champollion yang menyadari bahwa hieroglif adalah campuran tanda bunyi dan tanda gambar. Ia mengumumkannya tahun 1822, dan konon ia sempat berlari ke kakaknya, berteriak 'aku dapat!', lalu pingsan.