Cerita lengkapnya
Tardigrada pertama kali dideskripsikan tahun 1773 dan dijuluki 'beruang air kecil'. Saat lingkungannya kering, ia membuang hampir semua air tubuhnya, menarik kaki-kakinya, lalu menjadi 'tun' dengan metabolisme yang nyaris berhenti. Tahun 2007, misi FOTON-M3 menjemur tardigrada kering di luar angkasa selama sepuluh hari. Setelah pulang dan diberi air, banyak yang hidup lagi.
Tapi mereka bukan makhluk abadi. Penelitian tahun 2020 menemukan tardigrada kering mati setelah sekitar satu jam di suhu 83 °C. Tahun 2019, wahana Israel Beresheet jatuh di Bulan sambil membawa ribuan tardigrada. Tahun 2021 ilmuwan sampai 'menembakkan' tardigrada dengan senapan gas untuk mengujinya: mereka tahan sampai sekitar 900 meter per detik, padahal benturan wahana itu jauh lebih keras.