Cerita lengkapnya
Big Ear, teleskop radio milik Ohio State University, dijalankan sukarelawan untuk mencari sinyal makhluk luar angkasa. Kekuatan sinyal dicatat dengan satu karakter per kanal, jadi '6EQUJ5' berarti sinyal itu naik jauh di atas derau lalu turun lagi dalam 72 detik, persis seperti sumber yang diam di angkasa saat bumi berputar. Jerry Ehman baru menemukannya beberapa hari kemudian saat memeriksa cetakan data di meja dapurnya.
Frekuensinya hampir tepat di garis hidrogen 1420 MHz, frekuensi yang diduga bakal dipilih peradaban lain untuk memancarkan pesan. Sejak itu sinyalnya tak pernah tertangkap lagi. Big Ear sendiri dibongkar tahun 1998 dan lahannya jadi lapangan golf. Tahun 2024, sebuah tim mengusulkan penjelasan alami: awan hidrogen dingin yang sesaat menyala karena semburan energi dari bintang. Tapi itu belum terbukti.