Cerita lengkapnya
Tahun 1989, peneliti suara paus William Watkins dari Woods Hole menemukan panggilan aneh di rekaman SOSUS milik Angkatan Laut AS, yaitu mikrofon bawah laut untuk melacak kapal selam. Nadanya sekitar 52 hertz, padahal paus biru dan paus sirip bersuara di kisaran 15–20 hertz. Timnya melacak suara itu selama 12 tahun. Setiap tahun suara itu muncul sekitar akhir musim panas atau musim gugur, berkeliling Pasifik Utara, lalu hilang dari jangkauan sekitar Januari atau Februari.
Sampai sekarang tak ada yang tahu paus apa itu. Bisa jadi hibrida paus biru dan paus sirip, atau paus dengan bentuk tubuh tak biasa. Analisis tahun 2010 juga menangkap suara serupa di lokasi yang berjauhan, jadi mungkin ia tidak sendirian. Kisahnya menginspirasi lagu, seni, dan film dokumenter tahun 2021, dan ia jadi simbol bagi siapa saja yang merasa tak didengar.